Container Icon

Aku merindukanmu cinta



Aku merindukanmu cinta
itu adalah ucapan yang selalu aku terima dimalam hari.
Bagaimana dengan anda?? apakah tadi malam anda telah mengucapkannya dengan tulus kepada pasangan anda? :)

bila belum, mengapa anda tidak mencoba menerapakan kebiasaan kami pada rumah syurga kalian :)
Berbaurnya rasa cinta dan tanggung jawab yang menyatu dalam kebahagiaan. itulah yang kurasakan saat kuterima kalimat indah itu. Air mata menetes karena bercampur aduknya perasaan cinta dan tanggung jawab.

Suami bekerja memenuhi kebutuhan istri dan anak-anak
Istri yang bekerja keras juga untuk membantu kebutuhan keluarga adalah wujud cinta dan rasa tanggung jawab.
Jika kehidupan rumah tangga hanya dilihat dari tumpukan beban, maka kita akan merasa letih sehingga menyentuh titik nadir rasa sakit dan penderitaan.
Itulah sebabnya Allah menekankan sisi keindahan pada pernikahan. "Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya adalah  Dia jadikan bagimu pasangan dari golongan kamu sendiri agar kamu merasa tenang dan Dia jadikan diantara kamu rasa cinta dan kasih sayang." (QS. ar-Rum : 21).


Sisi keindahan akan lahir dari sebuah tanggung jawab,
tumbuh dan berkembang jika kita senantiasa menyirami dan memupuknya.
Ucapan mu untuk istri yang tercinta, "Aku merindukanmu cinta.." adalah sisi keindahan yang terlahir dari tanggung jawab yang tidak pernah membosankan dan meletihkan jika anda sampaikan dengan ketulusan dan penghormatan.

Istripun merasa ditengah letih dan lelahnya seharian bekerja,
merasa adanya perhatian dan kasih sayang dari suami yang dicintainya, dengan harap-harap cemas dengan kerinduan yang tiada tara, dirinya merasakan anda sebagai suami sedang mempersiapkan sesuatu yang istimewa. Dirinya merasa begitu sangat spesial di hati anda  , setidaknya itulah yang kurasakan
Setiap kali ku terima ungkapannya dengan tulus "aku merindukanmu cinta"




Disinilah kebahagiaan dan ketenteraman keluarga berada.

"Apabila seorang suami memandang istrinya dengan kasih sayang & istrinyapun memandang dengan kasih sayang maka Allah memandang keduanya dengan pandangan kasih sayang. Bila suami memegang telapak tangan istrinya maka dosa-d0sa keduanya berguguran dari celah jari tangan keduanyanya." (HR. Rafi'i)

Aku merindukanmu cinta :)



Mensyukuri Kehamilan

 Setiap pasangan suami istri tentu mendamba kehadiran anak dalam hidup mereka. Tapi kehamilan bukan peristiwa yang bisa diatur sesuai keinginan manusia. Tidak sedikit pasangan suami istri yang sama-sama muda, sehat, siap menanti kehadiran anak dan aktif secara seksual tapi nyatanya sang istri tak kunjung dianugerahi kehamilan. ada pula pasangan suami istri yang hampir setiap tahun, sang istri hamil, hingga ada istilah "susun paku".


  Kehamilan, betapapun bisa diupayakan, dengan program bayi tabung misalnya, tidak pernah memiliki jaminan keberhasilan kecuali semata-mata atas kehendak Alloh saja.
Kehendak Alloh itulah satu-satunya penentu sehingga ketika ibrahim as dan zakaria as memasrahkan diri mereka sepenuh keikhlasan kepada Robbnya untuk memperoleh keturunan.




    Ketika hamil, kita akan merasakan Lemah yang bertambah Lemah.
Kehamilan juga bukan peristiwa sederhana dan mudah dijalani. Al-qur`an sendiri menyatakan bahwa seorang ibu hamil adalah sesosok manusia yang tengah menjalani kehidupan yang lemah yang bertambah-tambah.
Lemah yang pertama,
hamilnya saja secara fisik sudah berat karena ada janin yang bertambah besar, ditambah deretan keluhan kehamilan pusing, mual, muntah, nyeri punggung, pinggang, sulit tidur, sesak nafas, tubuh melebar hingga sulit bergerak, kaki bengkak hingga sulit berjalan, sensitif terhadap rasa, bau dan cahaya serta masih banyak lagi (bukan karena "bumil" manjaloh say jadi banyak ngeluh ;) )


Lemah yang kedua,
secara psikologis, ibu menjadi punya tanggung jawab lebih berat, yaitu terhadap janin yang dikandungnya.
tanggung jawab menyehatkan dengan makanan, dengan pemeriksaan, dengan olahraga, juga tanggungjawab mendidik si bayi meski masih didalam kandungan,
padahal...
kondisi emosi pada kebanyakan ibu hamil juga berubah..
karena perubahan hormon, karena lelah atau karena beratnya permasalahan kehamilan, sehingga ibu hamil menjadi lebih sensitif perasaannya, serta mudah berubah emosinya, mudah terenyuh, mudah sedih, mudah tersinggung, meski lantas akan muda riang kembali.


Lemah yang ketiga,
ikut berkaitan dengan berat fisik dan psikologi, yaitu kondisi ruhiyah ibu hamil juga terpengaruhi.
tanpa menguatkan diri dengan tekat yang besar, rasa malas beribadah bisa muncul, juga keinginan memperturutkan emosi yang naik turun atau memunculkan kesal, sedih, marah, atau berjuta keluhan.

Tapi meskipun demikian, untuk kita para ibu hamil
kita harus Ikhlas, syukur, sabar.....
meski telah dinyatakan Quran bahwa ibu hamil itu tengah menjalani kehidupan yang lemah dan bertambah berat, bukan berarti ayat itu menjadi sebuah legimitasi buat kita para ibu hamil untuk terpuruk dalam konteks beratnya saja.

Kehamilan dan melahirkan memiliki keutamaan-keutamaan yang sangat banyak.
so..
yuk, kita jadikan kehamilan sebagai sesuatu yang istimewa :)

Ahhh..... Bahagianya



Jauh darimu, membuatku sedikit uring-uringan...
ditambah selama 12 hari aku tiada dapat menghubungimu atas kepergianmu kali ini..
ditambah lagi, satu hari sebelum keberangkatanmu, aku sedikit membuatmu emosi
lagi-lagi, karena sikap kekanak-kanakanku...

aku???
apakah masih sulit engkau atur?? maafkanlah aku...

tapi hari ini aku bahagia sekali....
engkau telah pulang...
ahh benar kiranya, kata pujangga
" cinta datang tiba-tiba"
" tanpa perduli siapa"
" dan darimana asalnya" 


" cinta takpernah memilih"
" walau berkeping-keping pedih"
" tetap tersenyum tanpa aroma sedih"


"karna cinta yang sebenarnya"
"menerima apa adanya"
"karena dalam cinta, tiada berlaku sebab dan syarat"

_kan Kujaga Amanahmu_