Container Icon
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Sungguh Kisah Istimewah

--------------------------
Moga kisah ini,, istimewa juga buatmu sahabatku…
********************
Backsound : Silk Road - Kitaro * nggak pake backsound juga nggak apa,, cuma nyamain suasana aza. Coz pas nuliz,, Q dengerin instrument ini ^ - ^
@@@@@@

Di zaman Rasulullah ada seorang sahabat, sahabatnya Nabi SAW,, bernama zaid al khail (pake L “ kuda”)
Beliau menangis dipagi hari, menangis disiang hari, menangis dimalam hari, Keluarganya bertanya “ kenapa engkau sering menangis?? apa yang engkau tangisi??..” zaid al khail menjawab “aku sedang menangisi harapanku,, sudah kah harapanku dikabulkan oleh Alloh SWT. Apa harapanmu? Aku ingin mendapatkan cinta Alloh SWT,

Kemudian zaid al khail, permisi dengan seluruh anggota keluarganya, lantas beliau bergegas datang ke Madinah guna berjumpa dengan Nabi kita muhammad SAW.
Perjalanan rumah Zaid al khail menuju Rasulullah harus menempuh jarak tiga hari tiga malam menggunakan onta ,,namun karena kesemangatannya beliau hanya menggunakan waktu satu hari satu malam tanpa istirahat,, beliau terus berjalan dengan ontanya hingga sampai di Madinah.

Sesampainya di Madinah beliau langsung menjumpai Rasulullah dan beliau langsung berkata “ ya Rasulullah! ,wahai Nabi!! wahai utusan Alloh!!, ketahuilah jarak rumahku menuju rumahmu ini, harus menempuh dengan tiga hari, tiga malam, namun ku tempuh dengan satu hari satu malam,,aku buru-buru, aku cepat-cepat, karena aku takut ya Rasulullah ,aku wafat sebelum aku mendapatkan jawaban dari pertanyaanku atau engkau yang kembali ke Rahmatullah sebelum aku meminta jawaban atas pertanyaanku kepadamu. Nabi melihat kejujuran diwajah zaid al khail yang menangis - nangis dihadapannya, kemudian Nabi bertanya “Sebenarnya apa yang hendak kau tanyakan itu wahai sahabatku?”, maka sahabat ini menangis seraya berkata “aku hanya punya satu pertanyaan ya Rasulullah, yang mana aku takutkan pertanyaanku ini ya Rasululullah,
“kedatanganku kepadamu wahai Rasululullah,,iiiiingin sekali bertanya padamu apakah ciri-ciri orang yang dicintai Alloh SWT dan apakah ciri-ciri orang yang dibenci Alloh SWT karena aku takut dibenci Alloh SWT ya Rasulullah”

Ketika zaid bertanya akan ciri-ciri orang yang dicintai dan dibenci Alloh SWT, Rasulllah balik bertanya “kalau begitu bagaimana keadaanmu pada hari ini?,,Bagaimana Keadaanmu Pada Hari ini???... kemudian dijawab oleh Zaid al Khair dengan ketawadhuan ,dengan suara lemah lembut di hadapan kekasih Alloh, “demi Alloh ya Rasulullah,,aku cinta kebaikan,,aku cinta orang baik, aku senang,,berbuat kebaikan aku sedih ya Rasulullah, jika aku meninggalkan perkara kebaikan

Selamat! Kata Rasulullah Ini adalah ciri-ciri orang-orang yang sedang dicintai oleh Alloh SWT, Cinta kebaikan, cinta orang baik,senang beramal kebaikan sedih bila meninggalkan amal kebaikan,,
Kemudian Nabi bertanya siapa namamu? Zaid menjawab nama saya Zaid al khaiL ,,kemudian Rasulullah berkata “ Tidak! Tidak! sekarang aku ganti namamu dengan Zaid al khair ( pake R “Baik”)

Betapa syukurnya kita mendengar kisah ini,, jadi kita bisa melihat diri kita bila kita cinta kebaikan,, cinta orang baik, senang beramal kebaikan sedih bila meninggalkan kebaikan berarti kita sedang dicintai Alloh SWT, PERTAHANKANLAH!! , namun jika kelakuan kita, kita tdk suka amal baik, benci orang soleh bahkan kita malas berbuat kebaikan dan kita senang berbuat kemaksiatan berarti kita dlm keadaan dimurkai Alloh Segera kembali dan bertaubatlah..

Tiada terasa,, 2 pekan lagi, kita kan sampai pada bulan  Ramadhan,,
moga kita bukan termasuk kedalam orang -orang yang tersisihkan dalam pertandingan ramadhan nanti,,,


 _ingat, ingat hutang shaum lalu... ayo segera dicicil ya. shaum ramadhan adalah rukun islam, lebih baik  dilunasi di dunia dari pada ditagih di akherat_


Pencil

Hanya ingin berbagi denganmu...
-------
ini bukan karyaku, aku hanya copy-paste, tapi aku lupa darimana dulunya.  moga bermanfaat juga untukmu..
********************************************

 


Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat. "Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?"

Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, "Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu sayang".

Tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. "Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti" ujar si nenek lagi.

Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.

"Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya." Ujar si cucu"

Si nenek kemudian menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini."

"Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini."

Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

"Kualitas pertama"
Pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini, kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya.

"Kualitas kedua"
Dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek.
Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali.
Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik.

"Kualitas ketiga"
Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah.
Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar.

"Kualitas keempat"
Bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil.
Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu.

"Kualitas kelima"
Adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan.
Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan.
Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan.

Galeri ku

_* _ -_- *_

"Bayangan"


Jangan Takut pada Bayangan.......

karena itu berarti

ada cahaya didekatmu.....

don’t despair and never lose hope


Ketika kau tak sanggup melangkah...

Hilang arah dalam kesendirian...

Tiada mentari bagai malam yang kelam...

Tiada tempat untuk berlabuh...

Bertahanlah....
dan terus berharap...

Percayalah...
Allah selalu di sisimu
Insya Allah ada jalan.

Melodiku...


Kepakkan sayapmu setinggi yang kau mau... 
Tak perlu khawatir kau kesepian... 



Karna hamparan bintang-bintang, akan selalu Menemanimu ditiap langit cakrawala..




Hidup, Semangat dan Perjuangan



Harold Russell, seorang prajurit penerjun payung, kehilangan tangannya karena kecelakaan sewaktu latihan pada Perang Dunia II. Berminggu-minggu ia sangat menderita dan diliputi rasa kekalahan dan kegagalan. Ia kehilangan semangat hidup.

Ketika tiba waktunya keluar dari Rumah Sakit, atasannya berkata, “Russell, ada satu hal yang harus selalu kamu ingat. Kamu bukanlah orang pincang, tetapi sekarang hanyalah orang cacat.” 

Russell melihat arti kedua kata-kata tersebut dikamus
Pincang berarti” tidak mampu melakukan sesuatu dengan sempurna.” Cacat berarti : Suatu keadaan yang menyulitkan atau membuat halangan dalam melakukan sesuatu sehingga terasa lebih sulit.” Lebihsulit, tetapi masih bisa!

Russell merasa punya harapan baru! Ia mulai berkosentrasi melakukan sesuatu dan mulai menetapkan tujuan hidup baru.
Russell berhasil mendapatkan peran penting dalam film “the best years of our lives” menikmati karirnya sebagai bintang film Hollywood dan memenangkan dua penghargaan. Kemudian ia menulis otobiografi, berceramah, berbicara di radio dan menggunakan bakat dan kemampuannya secara penuh, memberi inspirasi dan semangat kepada mereka yang cacat yang harus melihat diri sendiri sebagai orang cacat bukan orang lumpuh.

Sebuah kisah diatas!, moga bisa menjadi perenungan untuk kita..
Adakah kita lebih semangat dari Russell? kita lebih sempurna secara fisik. Lebih banyak hal yg bisa kita lakukan. Tapi sampai seberapa mampu kita mengolah segala yang kita miliki. Sering kali kita memoles diri supaya dikasihani…menempatkan diri sebagai sosok yang menderita..memiliki persoalan hidup terberat…memasang muka masam…dan putus asa untuk berusaha.

Sobat!!....Teruslah bersemangat.. Tampilah sebagai orang yang pantas dihargai..bukan dikasihani.
Orang yang selalu “berpikir di puncak” memilih lebih memperhatikan apa yang dipunyai, sementara “didunia yang di bawah” memperhatikan kepada apa yang tidak dipunyai.

Bersyukurlah atas apa yang telah diberikan, kemampuan yang anda miliki dan bekerja keraslah untuk mencapai cita-cita. Alloh akan memberikan balasan setiap amal perbuatan kita.

Kabar Baik adalah kabar buruk yang dapat diubah menjadi kabar baik sewaktu kita mengubah sikap!
Untuk pengunjung blog : terima kasih atas kunjungannya selama ini ke blog ini, salam kenal  :) . 
mohon doanya buat kami admin blog, agar tetap istiqomah.. Amiin.

Kaca Mata Kehidupan

  


Buka dulu kaca matamu!!!....buka dulu kaca matamu!!!...loh he....heheheh :D , tak hendak nyanyi kok ^_^
 
Coba lihat foto dibawah ini:











































Apa yang kita lihat..??
Yup, benar sekali. Sebuah Mercu suar yang  Sangatttt Tingiii Sekali...
sampai-sampai ntuk menuju ke puncaknya, syerem gan…..:D
kesannya terlihat sangat ….sangat …sangat susah..!!
------
Nah, sekarang coba lihat foto yang kedua berikut..!!


















Apa yang kita lihat..??
Yup, pada gambar kedua ini, puncak Mercu Suar terkesan lebih mudah untuk dicapai.
Dan tentunya nyali kita akan sedikit lebih berani untuk menggapainya.

Padahal kedua gambar ini merupakan satu Mercu suar dengan ketinggian yang sama, namun dilihat dari sudut pandang yang berbeda. (lebih tepatnya, gue edit sedikit berbeda, satu di kurusin, satu di gendutin :D *hanya humor ^_^)

Demikian pula lah pada kehidupan. Setiap hal yang kita hadapi, alami ,  tergantung pada “kacamata ” yang kita pakai.. :)

Telor dadar


Istirahat makan siang, seorang karyawan membuka bekalnya...

"Aahh...telor dadar lagi.." ujarnya sambil menghela nafas panjang.

Kesokan harinya...

"Aaah...lagi-lagi telor dadar..." keluhnya...

Keesokan harinya lagi..

"Aaah...lagi-lagi telor dadar lagi...!Sekali-kali sop atau gulai kek!" gerutunya.

Seorang rekannya yang kebetulan memperhatikan sikapnya berkata,

"Ya kamu ngomong dong sama yang nyiapin bekal kamu...kamu pengen ini...itu...
Memangnya siapa sih yang nyiapin bekal makan siang kamu?"

dengan tegas dia menjawab
"Yang nyiapin bekal makan siangku ya aku sendiri..."


***
Kalau mau jujur, seringkali kesulitan, kesedihan, penderitaan yang kita alami adalah karena ulah dan perbuatan kita sendiri.

Kunci Menikmati Hidup


Seorang lelaki yang telah bertahun-tahun belajar pada seorang bijak menemukan bahwa kunci hidup yang berkualitas adalah pada kesadaran. Intinya, untuk dapat menikmati hidup orang harus memiliki kesadaran setiap saat.

Suatu hari ia mengunjungi si orang bijak. Karena hari hujan, ia memakai sepatu dan membawa payung Ketika lelaki ini masuk, orang bijak berkata, ‘’Engkau meninggalkan sepatu dan payungmu di depan pintu bukan? Ingatkah engkau, payungmu kau letakkan di sebelah kanan sepatumu atau di sebelah kirinya?''

Lelaki itu tak dapat menjawab. Ia tak ingat letak yang sebenarnya. Ia langsung menyadari bahwa ia belum mampu membina kesadarannya secara terus-menerus. Maka, ia kembali berguru pada si orang bijak untuk mencapai kesadaran yang tak kunjung henti.

Ada dua jenis kesadaran, kesadaran makro dan kesadaran mikro.
Kesadaran makro adalah menyadari mengenai siapa diri kita, dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup dan kemana kita akan pergi.
Kesadaran mikro adalah kesadaran dalam keseharian kita. Di sini kita menyadari sepenuhnya apa yang sedang kita lakukan, pikirkan, dan rasakan. Dalam kehidupan sehari-hari pernahkah kita melakukan atau mengatakan sesuatu kemudian menyesalinya? kita bahkan tak habis pikir mengapa kita dapat melakukan hal tersebut.

Banyak permasalahan yang kita hadapi terjadi semata-mata karena kurangnya kesadaran pada saat kita melakukannya. kita baru sadar telah bercanda tidak pada tempatnya begitu ada kawan yang merasa terluka, kita baru sadar telah bertindak kasar setelah orang lain sakit hati. kita baru sadar telah berbohong setelah hal itu menimbulkan masalah.

Menyadari perasaan yang muncul setiap waktu merupakan kunci keberhasilan kita dalam hidup. kita harus mampu mengenali dan mendefinisikan berbagai macam perasaan yang datang silih berganti. Begitu kita marah, sadarilah bahwa kita sedang marah. Begitu kita takut, sadarilah kita sedang takut. Begitu kita sedang tergoda, sadarilah bahwa kita sedang tergoda. kita harus mampu menyadari perasaan yang timbul. Sadari dan akuilah perasaan itu. Ini namanya kesadaran yang tepat waktu. Dengan demikian kita dapat membunuh ‘’monsternya’’ selagi ia masih kecil.

kesadaran dan keterjagaan pikiran membuat kita lebih fokus. Ini membantu kita memberikan perhatian pada apa yang tengah kita kerjakan persis pada saat kita mengerjakannya. Memberikan perhatian membuat kita hidup di dalamnya, serta menikmati dan mengapresiasi saat ini dalam semua kekayaan dan kedalamannya. Ini membantu kita benar-benar melihat apa yang sebenarnya tengah terjadi

cara termurah untuk dapat menikmati hidup yang berkualitas. kita tidak perlu melakukan apapun. Yang kita perlukan Cuma satu: Menyadari! Kesadaran ini bukan hanya akan meningkatkan kualitas hidup kita pribadi tetapi juga kualitas hubungan kita dengan orang lain. Kunci hubungan baik dengan orang lain adalah pada kemampuan mendengarkan. Nah, dengan memberikan kesadaran penuh pada apa yang sedang terjadi kita akan mampu menjadi pendengar yang baik. kita akan menjadi orang yang menyenangkan karena dapat memberikan perhatian penuh pada lawan bicara kita.

ingin mencobanya? Izinkan saya berbagi satu tips sederhana. Mulailah hari Anda lebih pagi. Berangkatlah ke tempat kerja/kuliah sedikit lebih awal dari biasanya. Jangan terburu-buru, melangkahlah dengan penuh kesadaran, dan nikmati pemandangan di jalan yang Anda lalui. Bukalah semua panca indera dan rasakanlah keberadaan kita. kita akan banyak menemukan hal-hal yang baru dan percayalah, hidup kita akan jauh lebih indah.
-----
Sumber:  oleh Arvan Pradiansyah penulis buku Life is Beautiful

Duniamu adalah apa yang engkau pikirkan


bila kita memandang diri kita kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan kita pun jadi kerdil
Namun bila kita memandang diri kita besar, dunia terlihat luas, kita pun melakukan hal-hal penting dan berharga


Tindakan kita adalah cermin bagaimana kita melihat dunia. Sementara dunia kita tak lebih luas dari pikiran kita tentang diri kita sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiaran kita.

Padahal dunia tidak butuh penilaian apa-apa dari kita. Ia menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri
Maka bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. dan dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi di
balik penilaian-penilaian kita.
****
Resensi

Perbaikan diri * Selamat Tahun Baru 1431 Hijriah

Seorang penebang mengasah kapaknya untuk mengumpulkan kayu.
Seorang pemburu mengasah pisau dan mengencangkan busur.
Seorang penulis meraut pensil.
Mereka semua harus memperbarui peralatannya.

Mereka itu adalah anda dan saya.
Ini adalah prinsip sederhana tentang produktivitas.
Tentu,
tidak akan banyak pohon yang bisa ditebang oleh kapak yang telah tumpul dan aus.
Tidak akan ada buruan yang mampu ditaklukkan oleh busur yang telah renta.
Tidak ada sebuah kata bisa tertulis dari pensil yang patah.
Maka, apa yang harus kita asah agar tetap meraih kehidupan terbaik dunia akhirat??

Saya, Anda memiliki sesosok tubuh yang pasti renta terkikis usia.
Juga kecerdasan yang segera tak banyak berarti tertinggal kemajuan Zaman.
Serta sekepal hati nurani yang mudah diburamkan oleh debu-debu dunia. sebagaimana sabda baginda Rasulullah SAW, Keimanan ibarat kain yang lusuh, oleh sebab itu perlu senantiasa di setrika.

Maka tiada yang patut kita rawat selain tubuh agar senantiasa menjadi rumah yang nyaman bagi jiwa.
Tiada yang perlu kita asah selain pikiran dan ketrampilan agar selalu dapat digunakan untuk membuka pintu kemakmuran. Serta, tiada yang harus kita pertajam selain hati nurani yang rindu pada fitrahnya..

SEMOGA MOMENTUM TAHUN BARU HIJRIAH INI, MERUPAKAN AWAL PERUBAHAN MENJADI PRIBADI-PRIBADI YANG SENANTIASA MENGADAKAN PERBAIKAN UNTUK PERUBAHAN YANG LEBIH BAIK DAN KETAKWAAN KITA BERTAMBAH….AMIIIN..

dan tentunya..
TIDAK ADA PERUBAHAN TANPA ACTION!!!

Sumber : milis indonesia-community dengan editan

Bibit yang mana Kita

http://i756.photobucket.com/albums/xx204/e_izzah/Mustard-Seed.jpg?t=1259661284Bukalah setiap pintu kesempatan yang datang mengetuk, sebab, siapa tahu, pintu itu tak mengetuk dua kali (H.L)



*Ilustrasi.....
terdapat 2 buah bibit tanaman yang terhampar ditanah. Bibit yang pertama berkata,

“Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku sangat dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, serta kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.”
Dan bibit yang pertama inipun tumbuh, makin menjulang.

Bibit yang kedua bergumam. “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.”

Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.
Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan memakannya segera.
***
memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. ketakutan pada bayangan. Kita kerap terbuai dengan beribu-ribu alasan-alasan yang seakan alasan-alasan itu tiada perna habis dalam stok kita untuk ragu melangkah, untuk mengkerdilkan kita..
Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.

tiap pilihan selalu ada resiko yang mengiringinya. Namun jangan sampai ketakutan, keraguan dan kebimbangan, menghentikan langkah kita.
Banyak orang tidak berani melangkah karena mereka mempunyai keyakinan-keyakinan yang salah, yang dibentuk oleh dirinya dan lingkungannya selama ini. mereka tidak yakin bahwa mereka bisa melompat lebih tinggi dari apa yang mereka pikirkan.
(resensi diedit seperlunya)

Perangkap Monyet

Aiii....kok ngomongin masalah monyet siy.....
Itukan  asal  muasal kita * (huss....ngaco kamu)*
“beneran  lho,, masak kamu nggak tahu siy teori evolusi atawa darwinisme?, nggak perna ngerasaain  jadi anak sekolahan ya?? Wah...jangan2 pas pelajaran sejarah kamu tidur ya?” * (tambah ngaco niy..)*

Aku tak hendak membahas teori darwin ini kok,, jelas2 itu ilmu pengetahuan yang menyesatkan,,PENIPUAN...
Yang belum percaya,, baca ya ini :
AlQur’an surah 21 (Al-Anbiya) ayat 30 , Selanjutnya ayat Allah SWT pada surah 30 (Ar-Rum) ayat 20, Perhatikan pula surah 22 (Al-Hajj) ayat 5
******
Itu hanya prolog sebelum berlanjut ke goresan selanjutnya :)
Yuk!! Masih mau ikut.....^-^ * tapi awas lho,,,jaga jarak.....jangan deket-deket apalagi nempel *( khusus buat cowok niy,, cos aku kan cewek,, haram tahu :D, bukan mukhrim.....;) )*
***
Kembali ke judul...*Perangkap Monyet*
Dari majalah yang kubaca, Konon ceritanya  di hutan-hutan Afrika untuk menangkap monyet yang ada disana. Digunakan perangkap, Sistem ini memungkinkan  untuk menangkap monyet dalam keadaan hidup, tak cedera, agar bisa dijadikan  hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.
Jadi begini sistem kerjanya, Sang pemburu monyet, akan menggunakan sebuah toples berleher panjang dan sempit, dan menanamnya di tanah. Toples kaca yang berat itu berisi kacang, ditambah dengan aroma yang kuat dari bahan-bahan yang disukai monyet-monyet Afrika. Mereka meletakkannya di sore hari, dan  menanam toples itu erat-erat ke dalam tanah. Keesokan harinya, mereka akan menemukan beberapa monyet yang terperangkap, dengan tangan yang terjulur, dalam setiap botol yang dijadikan jebakan.

Tentu, kita tahu mengapa ini terjadi. Monyet-monyet itu tak melepaskan tangannya sebelum mendapatkan kacang-kacang yang menjadi jebakan. Mereka tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples, lalu mengamati, menjulurkan tangan, dan terjebak. Monyet itu, tak akan dapat terlepas dari toples, sebelum ia melepaskan kacang yang di gengamnya. Selama ia tetap mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula ia terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat, sebab tertanam di tanah. Monyet tak akan dapat pergi kemana-mana.

Nah loh,,,,
 kita mungkin tertawa dengan tingkah monyet itu. Kita bisa jadi terbahak-bahak  saat melihat kebodohan monyet yang terperangkap dalam toples.
Tapi, sadar nggak siy?????...
mungkin, sesungguhnya, kita sedang menertawakan diri kita sendiri. *(pake nggak ngerasa lagi, capee dehh) * .Betapa sering, kita mengengam setiap permasalahan yang kita miliki, layaknya monyet yang mengenggam kacang.
Seringkali, kita, yang bodoh ini, membawa “toples-toples” itu kemana pun kita pergi. Dengan beban yang berat, seperti memikul bumi dan seisinya, seperti  tertimbun beribu-ribu batu, hingga meremukkan sendi-sendi, mencucurkan darah-darah, * (xixixxi,, hiperbola bangetss..., heheh maksdnya menggambarkan, betapa beratttt banget tuh beban yang dialami)*
kita berusaha untuk terus berjalan. Tanpa sadar, kita sebenarnya sedang terperangkap dengan persoalan yang kita alami,

Sebenarnya sederhana bukan??
Sesederhana monyet melepaskan diri dari perangkap dengan hanya rela melepaskan kacang,, membuka genggaman tangannya...,tapi mungkin sang monyet tak berpikir sampai kesana.

Yuk!!! Yang pada punya masalah * (setiap orang mah punya masalah,, kayak nggak tahu aja kamu, heheeh :D)*
Nggak mau jadi kayak monyet kan, yang terperangkap? heheh^-^
*****

NB : Bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yang lalu, dan menatap hari esok dengan lebih cerah???

Berlatih SEMANGAT yukk!

Seorang jendral angkatan darat berdiri dihadapan pasukannya dan bertanya dengan gayanya yg tidak tegas bagi pasukannya yang tidak memperhatikan, hasilnya???

anda telah memiliki jawabannya "ahhh tidak telalu mengesankan"

Tetapi jika sang Jenderal berdiri dengan tegap dan memerintahkan dengan suara yang keras dan kuat "PERHATIAN!"
maka tentaranya, semuanya akan melaksanakan perintahnya.

Sekarang, berbicaralah kepada pikiran Anda!
ingat BERBICARA, bukan memohon, bertanya atau membujuk.
ingatlah ANDA adalah JENDERAL dan seluruh sel di dalam diri anda menunggu untuk menjalankan perintah Anda.

SAYA PENUH SEMANGAT!